Saya sebenarnya masih bingung dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini :
- Kenapa saya harus beragama?
- Untuk apa saya hidup?
- Siapa sebenarnya kita?
- Apa jadinya jika aku terlahir di pedalam yang sampai aku mati tidak tahu apa itu Islam, Kristen, Hindu dan agama yang lain? Apa aku masuk neraka?
- Bisakah saya jelaskan apa itu agama?
- Kenapa Tuhan tidak langsung memberikan HidayahNya kepada manusia supaya tidak ada pertentangan dan kekacauan.
- Bila semua masalah bersumber dari setan, kenapa dia tidak Tuhan matikan saja?
Dan ini jawaban yang ragu-ragu dari saya.
- Karena saya pasti mati. Saya percaya manusia bukan binatang. Manusia punya nyawa yang akan hidup di alam lain. Dan karena saya tidak tahu alam lain itu, maka saya berpikir, saya harus beragama. Karena dalam agamalah saya temui petunjuk-petunjuk tentang alam lain itu.
- Untuk saat ini yang bisa saya yakini hidup itu untuk mencari uang.
- Manusia.
- Tidak tahu.
- Agama datang dari Tuhan.
- Tidak tahu
- Tidak tahu.
Jawaban itu hanya datang dari pengetahuan saya yang sangat dangkal. Saya mohon ada teman yang bersedia membantu saya menjawabnya.
Maret 28, 2008 at 3:49 pm
Saya jawab no 7 aja yak..
Karena setan dan Tuhan itu bukanlah entitas yang benar-benar ada..
Maret 28, 2008 at 3:50 pm
*glegh* bahasannya berat…
saya tunggu jawabannya aja deh
Maret 28, 2008 at 4:19 pm
Berat Om/Tante.
Maret 28, 2008 at 4:39 pm
ikutan ngejawab bole kan pak?
1. karena diperlukan waktu ngisi formulir di kelurahan dan instansi lainnya.
2. karena belum mati.
3. mari kita sepakati bersama.
4. masuk neraka, tp neraka pedalaman, jadi masi rada adem.
5. katanya sih “tidak rusak” tp fakta menunjukkan agama justru jadi sumber permusuhan dan akhirnya kerusakan.
6. ini sama saja mengapa tuhan yang mahakuasa tidak pecat atau bunuh saja itu iblis, biar semua aman. dia kan seng ada lawan? jadi mungkin dia ingin kita begini, dengan segala macam warna.
7. nah itu dia. tuhan aja biarin setan hidup, kita kok malah semangat banget ingin melenyapkannya.
maap kalo kepanjanga., komen bapak di blog sy sudah ditanggapi, sebisanya. TQ.
Maret 28, 2008 at 6:50 pm
Salammm
Terima kasih telah for dropping in http://www.isyraq.wordpress.com
Pertanyaan-pertanyaan eksistensial Anda ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang sering mengusik pikiran manusia. Dengan meniti jalan untuk menuai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan inilah kehidupan manusia akan memiliki makna. Tentu tidak mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, bahkan kalau pun sempat ngopi dari jawaban orang lain juga belum memberikan kepuasan eksistensial bagi setiap orang, at least bagi saya. Saran saya, kalau pun harus ngopi, Anda mungkin dapat mengkopi jawaban-jawaban ini secara sistematis berdasarkan urutan pertanyaan2 di atas di http://www.isyraq.wordpress.com yang telah berusaha disuguhkan seargumentatif mungkin. Dari situ, mungkin dengan tuntunan kopian ini dapat mengantarkan Anda untuk menemukan jawabannya sendiri…
RahimalLahu imraan man arifa min aina (ja’a) , fii aina (yakun), wa ila aina (yadzhabu)…. Semoga Tuhan merahmati dia yang mengetahui dari mana ia berasal…di mana ia berada,,,dan kemana ia tuju??
Semoga Anda termasuk dari orang yang mendapatkan rahmat Tuhan ini… Ameeen.
Maret 28, 2008 at 7:11 pm
Terima kasih masukannya… akan saya renungkan.
Maret 28, 2008 at 7:50 pm
gimana ya, saya juga pusing…
Maret 28, 2008 at 10:48 pm
*ikut2an qzink*
saya jawab no 7 juga,
karna setan dan tuhan sama2 berasal dari manusia
Maret 28, 2008 at 11:48 pm
mau jawab takutnya gw salah ngomong.. hihii
Maret 29, 2008 at 1:21 am
coba baca-baca blog saya deh yang gayanya sejenis(promo dikit he..he..) semoga tercerahkan
Maret 29, 2008 at 4:47 am
Kalo tidak ada Tuhan. Lantas bumi beserta isinya datang darimana? Bisa anda jelaskan ke aku?
Maret 29, 2008 at 6:35 am
ehm…
*mikir*
yg jelas, saya percaya adanya Tuhan dan saya beragama
Insya Allah…
Maret 29, 2008 at 8:57 am
pertanyaan no 6. Apa gunanya Allah memberikan putunjuk kalo smua orang dah pada beriman dan penuh dalam rengkuhan hidayah…???
Maret 29, 2008 at 9:40 am
nimbrung ah…
6. lalu buat apa ada mata, hati, otak, dan indera lainnya?
7. trus buat apa ada neraka kalo gitu?
Maret 29, 2008 at 11:38 am
agama bukan manusia yang menciptakan ?? kalau Tuhan yang menciptakan masak dia tega membiarkan manusia saling bunuh atas namaNYA ?
Maret 29, 2008 at 1:32 pm
Waaaahhh….. gue jadi bingung juga nih…. betul juga kenapa tidak tuhan matikan saja si setan itu, biar tidak usah buat neraka. Ach…. itu semua pasti sudah direncanakan-Nya. Hanya kepada Dia kita berlindung dari godaan setan.
Tapi, mengapa Tuhan mau memberikan izin kepada Iblis untuk menggoda manusia yaa…… Astaqfirullah…….. Semua itu tak sampai akal manusia untuk memikirkannya…. kita sudah hidup dalam ketentuan-Nya, harus sesuai dengan aturan-Nya.
Maret 29, 2008 at 6:17 pm
jawabannya (sok serius):
1. Karena kebutuhan, apapun namanya, Islma, Kristen atau lainnya, sadar atau tidak kita membutuhkan pegangan. Mengenai pilihannya.. terserah anda
2. Manusia adalah bidak catur yang diberi kelebihan untuk membuat pilihan, jadi tujuan anda hidup adalah membuat pilihan-pilihan dari situasi yang telah ditetapkan (katakanlah itu takdir), tapi kalau pertnyan kenapa saya hidup.. weks.. itu hak perogratif Sang Maha
3. Bukan siapa-siapa
4. Keknya sampeyan bakal pake koteka. Tapi soal surga neraka, ya liat-liat dulu catatan ente
5. Sebuah kepercayaan yang diimplementasikandalam bentuk ritual. 6. Kembali hak perogratif Tuhan.
7. Ya, ga seru dong permainannya (manusia kn bidak catur yang dilengkapi pilihan)
Maret 29, 2008 at 7:15 pm
saya juga sering bertanya seperti itu, Buat saya, yg penting adalah berbuat baik. Jawabanya beragam. Satu yg paling melekat , begini : Bandingkan saja jika kita bermain bola. Kalau main bolanya di piala dunia, pasti nilainya berbeda dengan bila kita main bola di lapanagn yang tak jelas… begitu katanya… Jadi, beragamalah… hehehe (salam dari Ammar jr)
Maret 29, 2008 at 8:49 pm
menurut okta, alasan okta beragama supaya okta bisa jadi anak yang baik..yang takut ama Tuhan
*niru gaya anak – anak*
Maret 29, 2008 at 11:47 pm
Saya tak bisa menanggapi satu-satu komentar dan masukan dari temen-temen. Tapi terima kasih aja dah mau mampir dan memberi masukan di tempat kelepon yang masih baru ini.
Maret 31, 2008 at 8:01 am
Oom, tak jawabke 7-7nya…
tapi aku tulis diblogku wae…. biar gag kepanjangan…
Makasih buat ide tulisannya…
hehe.
Btd, blogmu aku link keblogku loh…. maklum blogku ini baru berdiri….
setelah yang lama digusur….:D
Maret 31, 2008 at 2:13 pm
Pon, jangan terlalu keras mikirnya…
Nanti gula merah dalem kepalamu, jadi keenceran…. gag enak kalo terlalu encer
*piss
Maret 31, 2008 at 8:20 pm
Hahahaha.
Pon,pon, kenapa dikau bernama kelepon?
hoho.
^.^0000
April 6, 2008 at 7:46 pm
1. Saya tidak beragama tapi saya bertuhan, apa itu cukup?
2. I think the purpose of life is to be useful to others, to be responsible, to be honorable, to be commpassionate. It is after all, to matter: to count, to stand for something, to have made some difference that you lived at all.
3. Kita adalah makhluk yang selalu belajar menjadi manusia.
4 & 5. Agama tidak berarti apa-apa jika kamu tidak percaya. Agama tidak berperan apapun, karena imanmulah yang menyelamatkan engkau. Jadi jangan kuatir masuk neraka. At least you will be an angel..in HELL! wekekekeke… Be good, that’s enough!
6. Jawaban no. 6 aku pernah baca di buku Fiqih Lintas agama: “… Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Ia menjadikan kamu satu umat, tapi Ia hendak menguji kamu atas pemberianNya. Maka berlombalah kamu dalam KEBAIKAN, kepada Allah tempat kamu kembali, lalu ditunjukkan kepadamu apa yang kamu perselisihkan…” (QS. Al-Nisa:48)
7. Setan ama tuhan? Gak ada bedanya. Hehehehehe….
Epilog: Mana yang lebih baik, aku atheis tapi humanis atau aku relijius tapi demi nama Allah aku bunuh sesamaku? Seperti kata Taslima Nasrin dalam bukunya Lajja: seandainya agama bisa digantikan dengan kemanusiaan…. aaah, agama…
April 7, 2008 at 10:13 am
@Danielle
Sisi yang baru kutahu tentangmu.
Muaahhh.