Coretan tukang kue :)
April 3, 2008 in Puisi BasiTags: Bunga Matahari
Katakanlah apa yang kau tahuaku yakin itu adalah puisi.
April 4, 2008 at 7:05 am
wow keren….
April 4, 2008 at 7:17 am
wah puisinya ttg apa ya?
April 4, 2008 at 9:44 am
ga ngerti
April 4, 2008 at 10:37 am
Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan …
April 4, 2008 at 4:35 pm
yang aku tau, ini adalah postingan yang unik.
April 7, 2008 at 10:06 am
@All He…. aneh? emang aneh! sulit?? semat sulit!
April 8, 2008 at 9:16 am
puisinya mana?? *garuk2 pala*
April 22, 2008 at 8:09 am
Bunga Matahari
Kurindu akan kuntummu, Mekar, Kuning dan selalu ceria, Setia menatap sang surya,
Kala musim hujan tiba, Kau tersenyum mekar, Laksana bidadari yang sedang bercengrama,
Kau Elok bunga matahariku, Kau selalu menaburkan senyum lewat warnamu,
Saat kau lelah, Kau tertidur lunglai dalam dekapan coklat hitam,
Kau siap menabur benih, regenerasimu, Kau akan siap terlahir kembali,
Indah dan menawan, Tiada henti,
Jangan pernah kau hilang, bunga matahariku !
Hehehe, semoga puisi diatas berkenan !
Best Regard, Bintang http://elindasari.wordpress.com
April 22, 2008 at 10:50 am
^^, …. mbak linda……….
Mei 3, 2008 at 1:24 am
puisi! kau sesekali juga boleh memaki. karena hanya menulis isi hati juga terkadang mencipta basi sendiri.
trackback address
name(wajib)
email (will not be published) (wajib)
url
Notify me of follow-up comments via email.
April 4, 2008 at 7:05 am
wow keren….
April 4, 2008 at 7:17 am
wah puisinya ttg apa ya?
April 4, 2008 at 9:44 am
ga ngerti
April 4, 2008 at 10:37 am
Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan …
April 4, 2008 at 4:35 pm
yang aku tau,
ini adalah postingan yang unik.
April 7, 2008 at 10:06 am
@All
He…. aneh? emang aneh! sulit?? semat sulit!
April 8, 2008 at 9:16 am
puisinya mana??
*garuk2 pala*
April 22, 2008 at 8:09 am
Bunga Matahari
Kurindu akan kuntummu,
Mekar, Kuning dan selalu ceria,
Setia menatap sang surya,
Kala musim hujan tiba,
Kau tersenyum mekar,
Laksana bidadari yang sedang bercengrama,
Kau Elok bunga matahariku,
Kau selalu menaburkan senyum lewat warnamu,
Saat kau lelah,
Kau tertidur lunglai dalam dekapan coklat hitam,
Kau siap menabur benih, regenerasimu,
Kau akan siap terlahir kembali,
Indah dan menawan,
Tiada henti,
Jangan pernah kau hilang, bunga matahariku !
Hehehe, semoga puisi diatas berkenan !
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
April 22, 2008 at 10:50 am
^^, …. mbak linda……….
Mei 3, 2008 at 1:24 am
puisi!
kau sesekali juga boleh memaki.
karena hanya menulis isi hati juga terkadang mencipta basi sendiri.