Beginikah kita?

Juni 29, 2008

Waktu itu ada sorang pekerja bangunan yang sedang mengerjakan sebuah gedung, dimana pekerja tersebut sedang mengerjakan tugasnya di tingkat / lantai tiga, pada saat itu dia memerlukan sebuah alat yang ternyata masih tertinggal di bawah.

Kemudian dia menengok kebawah, dan kebetulan ada seorang temannya yang berada dibawah dekat alat yang tertinggal tersebut, kemudian dia memanggil-manggil temannya itu, tapi karena suara bising mesin-mesin disekitar proyek bangunan itu temannya yang berada dibawah tidak mendengar panggilan pekerja yang berada diatas. Pekerja yang diatas kemudian punya akal, dia jatuhkan sekeping uang, pikirnya dia – temannya yang dibawah itu- pasti tertarik dan nantinya melihat keatas. Kemudian dia jatuhkan sekeping uang..pluk..teman yang berada dibawah itu memang melihat uang itu, tapi dia cuma tengok kanan-kiri lalu diambil uang tersebut dan dikantongi tanpa melihat ke atas.

Pekerja yang diatas mencobanya lagi, dan hal seperti tadi terulang lagi, hingga tiga kali, dan temannya yang dibawah tetap tidak mendongak ke atas. Pekerja yang ada diatas agak kesal kemudian dia ambil batu kecil dan dijatuhkan didekat temannya yang dibawah tadi, nah barulah teman tadi melihat keatas sambil marah-marah ” hai…hati-hati dong..dibawah ada orang niih..!!! “

Apasih maksud cerita diatas ? Begini :
Kita umpamakan pekerja yang diatas itu adalah Tuhan, sedang pekerja yang dibawah adalah kita, Tuhan sering memberi kita rahmat-Nya, atau rejeki, tapi kita sering atau jarang untuk ” melihat ke atas” ( maksudnua bersyukur ), dan tiap kali kita diberi rejeki atau berkah kita tidak berterima kasih, akan tetapi saat Tuhan menjatuhkan ” Batu Kecil ” kita sudah marah, putus asa, kadang menyalahkan Tuhan. Kadang kita kalau diberi sedikit kesulitan kita sudah mengeluh ” Tuhan sudah tidak sayang padaku.. ” atau ” Tuhan..kenapa kau berikan cobaan berat ini..? ” ya nggak ?… nahh hari ini sudahkah kita berterima kasih kepada Tuhan ? Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang kita terima hari ini dari kita bangun tidur hingga kita mau tidur lagi nanti ?

Sumber : Cerita dari teman

16 Tanggapan to “Beginikah kita?”

  1. Rita Berkata

    Semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai mensyukuri segala cobaan berupa nikmat kesenangan yang diberikan, dan semoga Allah juga memberi kita kemampuan menangkap hikmah dan memaknai setiap kesedihan dan kemalangan juga dalah wujud kasih kasih-sayang Allah…amien..

  2. Menik Berkata

    Semoga kita selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan…

    setiap cobaanNya adalah kasih sayang yang harusnya kita sadari :)

  3. ulan Berkata

    mungkin kalo yang di jatuhin uang satu juta dia bakal liat ke ata kali mas..
    *matrek*

  4. nengthree Berkata

    aduh kesentil uyh….

  5. nengthree Berkata

    semoga kita menjadi manusia yang selalu bersyukur..
    aamiin…

  6. nengthree Berkata

    OOT..
    yang ungu?
    waduh saya ga berani.. udah ada yang punya euy…
    katanya mau dituker sama cristian sugiono juga ga mau.. :lol:

  7. hanggadamai Berkata

    intinya kita harus bersyukur apa yang Allah berikan untuk kita..

  8. Dian Propa Berkata

    Wah, kasihan tukang bangunan yang diatas, udah banyak duid abis, eh malah kena bentak. Mungkin dia ga bakal jatuhin duid lagi… tapi tuhan..?? kalaupun kita udah marah², kesal, dan tidak mensukuri nikmatnya, tuhan bakalan tetap menjatuhkan “duid” kepada kita. ia kan..??

    …Salam kenal…

  9. ramadhanchan Berkata

    Menginspirasi banget, dan saya akui terkadang saya pun suka seperti itu ( Maafkan aku ya Allah…) T,T… oh ya saya undang anda ke blog saya…!

  10. kucingkeren Berkata

    benerrr tuh kata Ulan…duitnya kurang banyakkk jadi gak lihat ke atas.. hehe…

  11. wanoja Berkata

    semoga kita menjadi orang yang pandai bersyukur…

    amin… :)

  12. theloebizz Berkata

    ayahku sering bilang….
    “jgn suka mendingak nanti silau, lebih baik menunduk biar terlihat jalannya dan tidak tersandung” ;)

  13. na Berkata

    iya yah, kebanyakan orang kalo dah senang lupa sama Tuhan, kalo lagi susah aja maunya protes ajah, semoga aja kita bisa menjadi orang yang pandai bersyukur… salam kenal…


  14. أي أن حسن التنوير!

  15. farhan Berkata

    Iya,, memang kita sering lupa kalau dah di beri kenikmatan . dalam al qur’an dah di sampaikan . Bertaqwalah supaya kamu bersyukur. mulailah dari menata diri kita sendiri. salam


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.