Waktu itu ada sorang pekerja bangunan yang sedang mengerjakan sebuah gedung, dimana pekerja tersebut sedang mengerjakan tugasnya di tingkat / lantai tiga, pada saat itu dia memerlukan sebuah alat yang ternyata masih tertinggal di bawah.
Kemudian dia menengok kebawah, dan kebetulan ada seorang temannya yang berada dibawah dekat alat yang tertinggal tersebut, kemudian dia memanggil-manggil temannya itu, tapi karena suara bising mesin-mesin disekitar proyek bangunan itu temannya yang berada dibawah tidak mendengar panggilan pekerja yang berada diatas. Pekerja yang diatas kemudian punya akal, dia jatuhkan sekeping uang, pikirnya dia – temannya yang dibawah itu- pasti tertarik dan nantinya melihat keatas. Kemudian dia jatuhkan sekeping uang..pluk..teman yang berada dibawah itu memang melihat uang itu, tapi dia cuma tengok kanan-kiri lalu diambil uang tersebut dan dikantongi tanpa melihat ke atas.
Pekerja yang diatas mencobanya lagi, dan hal seperti tadi terulang lagi, hingga tiga kali, dan temannya yang dibawah tetap tidak mendongak ke atas. Pekerja yang ada diatas agak kesal kemudian dia ambil batu kecil dan dijatuhkan didekat temannya yang dibawah tadi, nah barulah teman tadi melihat keatas sambil marah-marah ” hai…hati-hati dong..dibawah ada orang niih..!!! “
Apasih maksud cerita diatas ? Begini :
Kita umpamakan pekerja yang diatas itu adalah Tuhan, sedang pekerja yang dibawah adalah kita, Tuhan sering memberi kita rahmat-Nya, atau rejeki, tapi kita sering atau jarang untuk ” melihat ke atas” ( maksudnua bersyukur ), dan tiap kali kita diberi rejeki atau berkah kita tidak berterima kasih, akan tetapi saat Tuhan menjatuhkan ” Batu Kecil ” kita sudah marah, putus asa, kadang menyalahkan Tuhan. Kadang kita kalau diberi sedikit kesulitan kita sudah mengeluh ” Tuhan sudah tidak sayang padaku.. ” atau ” Tuhan..kenapa kau berikan cobaan berat ini..? ” ya nggak ?… nahh hari ini sudahkah kita berterima kasih kepada Tuhan ? Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang kita terima hari ini dari kita bangun tidur hingga kita mau tidur lagi nanti ?
Sumber : Cerita dari teman
Juni 29, 2008 at 7:44 am
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai mensyukuri segala cobaan berupa nikmat kesenangan yang diberikan, dan semoga Allah juga memberi kita kemampuan menangkap hikmah dan memaknai setiap kesedihan dan kemalangan juga dalah wujud kasih kasih-sayang Allah…amien..
Juni 30, 2008 at 2:59 pm
Semoga kita selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan…
setiap cobaanNya adalah kasih sayang yang harusnya kita sadari
Juni 30, 2008 at 4:26 pm
mungkin kalo yang di jatuhin uang satu juta dia bakal liat ke ata kali mas..
*matrek*
Juli 1, 2008 at 3:22 pm
aduh kesentil uyh….
Juli 1, 2008 at 3:23 pm
semoga kita menjadi manusia yang selalu bersyukur..
aamiin…
Juli 1, 2008 at 3:24 pm
OOT..
yang ungu?
waduh saya ga berani.. udah ada yang punya euy…
katanya mau dituker sama cristian sugiono juga ga mau..
Juli 1, 2008 at 9:46 pm
intinya kita harus bersyukur apa yang Allah berikan untuk kita..
Juli 2, 2008 at 5:14 pm
Wah, kasihan tukang bangunan yang diatas, udah banyak duid abis, eh malah kena bentak. Mungkin dia ga bakal jatuhin duid lagi… tapi tuhan..?? kalaupun kita udah marah², kesal, dan tidak mensukuri nikmatnya, tuhan bakalan tetap menjatuhkan “duid” kepada kita. ia kan..??
…Salam kenal…
Juli 5, 2008 at 10:01 am
Menginspirasi banget, dan saya akui terkadang saya pun suka seperti itu ( Maafkan aku ya Allah…) T,T… oh ya saya undang anda ke blog saya…!
Juli 7, 2008 at 5:20 pm
benerrr tuh kata Ulan…duitnya kurang banyakkk jadi gak lihat ke atas.. hehe…
Juli 9, 2008 at 2:52 pm
semoga kita menjadi orang yang pandai bersyukur…
amin…
Juli 22, 2008 at 3:48 pm
ayahku sering bilang….
“jgn suka mendingak nanti silau, lebih baik menunduk biar terlihat jalannya dan tidak tersandung”
November 26, 2008 at 12:51 pm
iya yah, kebanyakan orang kalo dah senang lupa sama Tuhan, kalo lagi susah aja maunya protes ajah, semoga aja kita bisa menjadi orang yang pandai bersyukur… salam kenal…
Juli 26, 2009 at 2:56 pm
test
Juli 26, 2009 at 2:57 pm
أي أن حسن التنوير!